Rogjes
bahaya pornografi

Bahaya Pornografi dan Peran Negara dalam Memberantas Pornografi

Bahaya pornografi pada kalangan masyarakat memang sangat sering sekali diremehkan. Seolah ketika sudah menginjak usia dewasa (18 tahun) maka dibebaskan untuk menonton pornografi. Itu adalah prespektif yang keliru. Baik dikonsumsi oleh orang anak – anak atau orang dewasa, pornografi tetap lah bahaya, dan bahaya adalah pornografi.

bahaya pornografi

Namun jika kita saksikan di Indonesia sangat minim sekali sebagian orang yang benar – benar mengetahui tentang bahaya dari pornografi. karena kita menjadi Individualisme yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa melihat sebagian besar pemuda bangsa telah teracuni oleh pornografi. Kita hanya bersedih ketika kehilangan sesuatu yang berharga, nilai pendidikan menurun, ditinggalkan pacar dan sebagainya.

Tapi apakah kita akan bersedih melihat bangsa dan penerusnya teracuni oleh pornografi?

Berikut ini adalah pertanyaan – pertanyaan klasik yang biasanya berhubungan dengan pornografi dan negara :

apa saja bahaya pornografi yang katanya dapat menghancurkan sebuah bangsa?

Jika kamu searcing di google, mengenai bahaya pornografi, tentu saja kebanyakan situs akan menampilkan seperti dibawah ini :

  • Menyusutkan otak
  • Kecanduan dopamine
  • Penyakit mental
  • Membuat kita jadi bodoh
  • Ejakulasi Dini
  • Impotensi
  • dll

Tetapi ada beberapa situs yang membahas tentang bahaya pornografi yang menyerang horman yang ada pada otak seperti pada blog Khalidaabdullah menjelaskan tentang hormon yang dirusak oleh pornografi diantaranya :

  • Dopamine
  • Neuropiniphirin
  •  Serotinin
  • Oksitosin

Nah, dari banyaknya sumber yang menjelaskan tentang bahaya pornografi baik secara fisik ataupun mental manusia. Tetapi ada hal paling penting yang benar – benar pornografi rusak selain fisik, otak dan mental. Yaitu “Hati Manusia”

“Jadi kesimpulannya pornografi itu merusak otak dan hati manusia”

Otak

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. (Wikipedia)

Jadi singkatnya otak adalah bagian tubuh manusia yang mengatur gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh manusia. Jadi semisal otak kamu sudah didominasi oleh pornografi, maka kamu akan bergerak seperti pornografi perintahkan. Kamu akan berkata – kata tentang pornografi, bertingkah seperti pornografi dan menonton tayangan pornografi lagi dan lagi.

Otak manusia tidak bisa diganti dengan otak orang lain, mengapa?

Coba kamu berpikir dan bertanya kepada diri sendiri. Ketika kamu melihat manusia yang terlahir dengan organ tidak sempurna atau manusia yang mengalami kecelakaan dan beberapa organ rusak seperti mata, tangan, paru – paru, jantung, ginjal dll. Semua organ itu bisa diganti dengan organ milik orang lain (pendonor).

Baca Juga :  Menghilangkan Kebiasaan Nonton film Porno di Malam Hari

Tetapi ketika otak manusia rusak, apakah bisa diganti dengan otak orang lain?. Otak adalah jati diri manusia, identitas manusia, dan sebuah organ yang mengatur kehidupan manusia tersebut akan menjadi apa, seperti apa, dan melakukan apa.

Sekarang kamu bayangkan jika organ yang mengatur kehidupan manusia (otak) telah dirusak oleh virus yang bernama pornografi. Otak manusia tersebut tidak bisa berfungsi dengan baik untuk belajar, berpikir, beraktivitas, dan berkarya. Karena sudah tercemari oleh pornografi.

Maka otak manusia yang sudah tercemari oleh pornografi tidak lebih dari sampah. Manusia tersebut akan berpikir seperti sampah, berkata seperti sampah, dan bertingkah laku seperti sampah. Karena ia telah di doktrin dengan tontonan – tontonan sampah.

Beberapa buku filsafat mengatakan bahwa manusia adalah hasil dari pemikiran mereka, dan manusia adalah apa yang mereka alami. Jadi intinya Manusia itu adalah Otak mereka sedangkan organ lain seperti tangan, mata, telinga, kaki, ginjal hanyalah sebuah media untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh manusia itu (otak).

Ajaran budha pun menjelaskan kepada kita bahwa manusia adalah hasil dari pemikirannya sehingga apa yang mereka pikirkan akan berubah menjadi apa yang mereka rasakan, apa yang mereka rasakan akan menjadi apa yang mereka katakan, apa yang mereka katakan akan menjadi apa yang mereka lakukan.

Taksonomi Bloom

bahaya pornografi

Taksonomi Bloom adalah konsep tentang tiga model hierarki yang digunakan untuk mengklasifikasikan perkembangan pendidikan anak secara objektif. Tiga model aspek tersebut adalah kognitif, afektif dan psikomotorik. Taksonomi Bloom dicetuskan oleh Benjamin Bloom dan kawan – kawan pada tahun 1956 juga menjelaskan tentang aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang bisa kita kaitkan tentang teori otak dan pikiran diatas.

1. Aspek Kognitif

aspek kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan nalar atau proses berpikir, yaitu kemampuan dan aktivitas otak untuk mengembangkan kemampuan rasional. Dalam aspek kognitif dibagi lagi menjadi beberapa aspek yang lebih rinci yaitu pengetahuan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Jadi pada dasarnya manusia itu selalu menangkap suatu kejadian dan mencernanya di dalam pikiran mereka sehingga sebelum terjadi sebuah kejahatan atau menonton pornografi manusia akan berpikir terlebih dahulu.

2. Aspek Afektif

Ranah Afektif adalah materi yang berdasarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan emosi seperti penghargaan, nilai, perasaan, semangat, minat, dan sikap terhadap sesuatu hal. Pada ranah afeksi, Bloom menyusun pembagian kategorinya dengan David Krathwol yaitu: penerimaan, responsif, penilaian, organisasi, karakteristik. maka dengan perasaan, minat dan semangat ini yang akan menentukan sikap atau tingkah laku manusia akan melakukan apa atau akan menjadi apa sesuai dengan yang ia pahami dengan pemikirannya.

Baca Juga :  30 Dampak Pornografi Pada Kehidupan, Mengerikan (PMO)!!

3. Aspek Psikomotorik

Psikomotorik adalah domain yang meliputi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motorik dan kemampuan fisik seseorang. Keterampilan yang akan berkembang jika sering dipraktekkan ini dapat diukur berdasarkan jarak, kecepatan, kecepatan, teknik dan cara pelaksanaan. Dalam aspek psikomotorik terdapat tujuh kategori mulai dari yang terendah hingga tertinggi yaitu peniru, kesiapa, respon terpimpin, mekanisme, respon tampak kompleks, adaptasi, dan penciptaan.

Hati

Pernahkan kalian merasakan keraguan atau kemantapan ataukan debaran – debaran yang tak jelas ketika melakukan sesuatu? Itulah kata hati kita. Hati yang bersih, maka akan mengajak kepada kebaikan. Sedangkan hati yang kotor, ia hanya akan menjerumuskan kepada maksiat. kebaikan selalu mententramkan jiwa dan kejelekan selalu menggelisahkan jiwa. Itulah realita yang ada pada umumnya.

Hati kita lah yang memberi tahu kita apakah yang kita pikirkan dan lakukan itu baik atau buruk. Jika pemikiran kita baik tentu hati kita akan menjadi tentram dan damai, tetapi jika pemikiran dan perbuatan kita buruk seperti menonton video pornografi tentu hati kita menjadi tidak tenang, gundah gulana, dan selalu gelisah.

Lantas bagaimana jika kita menonton video porno atau melakukan keburukan lainnya tetapi hati kita tentram – tentram saja? Jawabannya, bukan perbuatan dosa atau maksiat tersebut dibenarkan. Tetapi itulah keadaan hati yang penuh kekotoran, yang telah tertutupi dengan noda hitam karena tidak kunjung berhenti melakukan perbuatan maksiat.

Seperti yang di firmankan dalam Al – Quran :

“Sekali – kali (demikian), sebenarnya apa yang mereka usahakan itu menutupi hati mereka” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Jadi jika kalian merasa adem dan tenang ketika menonton pornografi berarti hati kalian telah mendekati titik kronis yang penuh dengan kotoran dan maksiat.

Secara jangka pendek memang dampak dari pornografi yang merusak pikiran dan hati tidak akan terasa oleh pecandu pornografi, tetapi efek tersebut terus menggerogoti dan merusak otak dan hati manusia setiap harinya. Apakah jika pikiran kita sudah rusak dan hati kita telah kotor bisa sembuh atau diperbaiki? Jawabannya adalah tentu bisa, tidak ada yang tidak mungkin di dunia asal kita terus tawakal, berdoa dan PERCAYA itu semua akan terjadi.

Pada BAB berikutnya akan dijelaskan seperti apa pengalaman jatuh bangun saya pribadi untuk terbebas dari siklus pornografi, selain itu ada bagian yang merupakan “Tantangan” untuk kalian lakukan untuk membeaskan diri dari pornografi dan hidup yang lebih baik. Buku ini dipersembahkan untuk jutaan generasi muda indonesia yang ingin terbebas dari siklus pornografi. Mari saling merangkul satu sama lain tanpa takut dan malu

Baca Juga :  Apa Itu PMO dan STOP PMO

Mengapa hanya dengan pornografi sebuah bangsa bisa hancur dan runtuh?

Mengapa bahaya pornografi dapat menghancurkan sebuah bangsa. Padahal pornografi tidak menyerang ekonomi negara atau militer negara. Tapi mengapa pornografi bisa menghancurkan negara?.

Karena yang pornografi serang adalah generasi penerus bangsa. Pemuda – pemuda yang akan meneruskan bangsa menjadi lemas, tanpa gairah, semangat dan hasrat untuk berjuang. Jangankan berjuang membela atau mengembangkan negara, berjuang untuk menjalani hari saja mereka yang sudah tercemari dengan pornografi sangat malas. Lalu apa bedanya dengan sampah yang tidak melakukan apapun.

Memang dampak pornografi pada kehancuran negara tidak terasa secara langsung. Efek akan kehancuran negara bisa di lihat dalam kurun waktu 20 – 50 tahun setelah negara tersebut tercemar oleh pornografi. Dimana para pemimpin – pemimpin yang bijak sana telah tiada. Dan negara tersebut hanya memiliki segerombolan sampah yang akan menempati jabatan mereka untuk memimpin negara

Negara apa yang dipimpin oleh para gerombolan sampah?

Apakah negara melihat bangsanya sedang dijajah oleh pornografi?

Negara Indonesia tercinta sudah berperang dengan pornografi sejak lama. Banyak situs pornografi yang di blokir oleh pemerintah. Juga dengan sigap pemerintah menghukum kejahatan seksual seperti pemerkosaan atau pedofilia.

Namun menurut saya dengan luas negara Indonesia 1,905 juta km² dan jumlah penduduk 261,1 juta tentu saja negara kewalahan dan tidak mampu memberikan pengarahan tentang pornografi dan bahaya pornografi.

Penulis pernah membaca buku yang berjudul “Pejalan Anarki” karya Jazuli Imam. Didalamnya terkandung sebuah puisi yang menggerakan hati penulis. Berikut adalah puisinya :

Kalau negara ga bisa ngasih buku anak – anak pelosok,

Ayo kita yang ngasih.

Kalau negara ga bisa ngerawat alam dan lingkungan,

ayo kita yang rawat

Kalau negara ga bisa memelihara pedagan kecil,

ayo kita yang pelihara

Kalau negara ga bisa ngelindungin hak minoritas

ayo kita yang lindungi

Ayo rame – rame lakukan yang tidak dilakukan negara

ayo rame – rame ‘gantikan’ peran negara

jangan berharap pada negara

Nah dari puisi itu menggerakan hati penulis untuk mengajak kalian para pembaca. Ayo bareng – bareng gantikan peran negara untuk meberantas pornografi di negara ini. Karena mau sampai kapan kita berharap sama negara. Ini memangnya negara siapa?. Negara Kita tercinta bumi nusantara terkasih, tanah ibu pertiwi. Maka dari itu kita wajib berkontribusi untuk rumah dan tanah air kita.

Mari bangkit gan. Berhenti menjadi Looser dan membusuk seperti sampah. Kamu sangat berarti bagi negara ini.

wantopia

Mahasiswa S1 T. Informatika UAD dan Manajemen UST Yogyakarta. Mitra Semesta, Buku, Black Kopi, Black Styles, Djarum Black, Petualang. Untuk yang ingin sharing dan ngopi bareng bisa email ke suwantoslim@gmail.com

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.